Seputar Menggendong: M-Shape dan Indonesian Babywearers

4 hari yang lalu    

Menggendong adalah salah satu aktivitas penting dalam dunia parenting. Menggendong memiliki banyak manfaat salah satunya menjadi sarana efektif membangun bonding kuat antara anak dan orang tua, baik ibu maupun ayah. Namun, tahukah Anda bahwa menggendong bukan sekedar membawa bayi dalam dekapan asal penggendong nyaman dan bayi "terlihat" tenang?

Faktanya, menggendong tidak semudah dan tidak boleh dipandang ceroboh lho, Moms. Menggendong memiliki kaidah atau aturan yang tidak boleh begitu saja dikesampingkan. Kenapa? Bukankah menggendong sudah diwariskan secara turun-temurun dengan cara konvensional yang ternyata tidak selalu aman untuk bayi dan tidak selalu sepenuhnya nyaman bagi penggendong.

Betapa pentingnya pengetahuan tentang menggendong berkaitan erat dengan keselamatan dan keamanan bayi saat digendong. Cara menggendong yang salah dapat membuat anak justru merasa tidak nyaman serta tidak mendukung perkembangan tulang pinggul dan punggung secara optimal. Lebih jauh lagi, posisi menggendong yang tidak tepa dapat pula memperparah kondisi anak yang sudah memiliki riwayat hip dysplasia.

Apa itu hip dysplasia? Hip dysplasia adalah kondisi ketika tulang pinggul dalam bentuk yang tidak sempurna (terlalu "dangkal) atau soket pinggul tidak dalam posisi yang benaryaitu menopang dan menutup pangkal tulang paha/dislokasi. Sayangnya, kondisi ini seringkali tidak terdeteksi ketika bayi masih kecil. Bayi yang menderita hip dysplasia harus menjalani terapi khusus menggunakan alat bernama Pavlik Harness atau alat hip dysplasia splint untuk memposisikan kaki bayi membentuk M-Position/mengangkang.

Mengapa posisi mengangkang (M-Shape) dianjurkan saat menggendong? Sebab posisi mengangkang merupakan posisi alami sejak dalam kandungan. Saat masih di dalam kandungan, bayi tidak memiliki cukup ruang untuk memposisikan tulang kaki dan punggung secara lurus. Sehingga, saat dilahirkan bayi butuh waktu beberapa tahun untuk menyesuaikan secara alami pula posisi dan kondisi tubuhnya. Oleh karenanya, sangat penting bagi ayah dan bunda mengetahui cara menggendong yang benar serta aman dan nyaman baik bagi bayi maupun penggendong.

Berhentilah hanya mengacu pada "kebiasaan" dan mulailah menjadi orang tua masa kini dan cerdas yang senantiasa mengup grade pengetahuan termasuk dalam hal menggendong bayi.

Untuk itulah, Indonesian Babywearers siap menjadi konsultan sekaligus motivator bagi ayah dan bunda mengenai parenting terutama tentang cara menggendong yang baik dan benar. Indonesian Babywearers siap menjawab segala permasalahan dan memotivasi ayah dan bunda mengenai cara menggendong yang aman dan nyaman.

Selain mengedukasi tentang cara menggendong yang aman dan nyaman, Indonesian Babywearers juga mengusung misi menggalakkan program no gendongan KW yang dapat membahayakan bayi maupun penggendong. Lebih jauh lagi, Indonesian Babywearers juga support terhadap produk gendongan lokal yang juga berkualitas dan memenuhi standar menggendong yang benar dari segi bahan, model, maupun spesifikasi lain.

Sebagai prinsip utama menggendong menurut IBW (Indonesian Babywearers) disebut dengan TICKS yang dijabarkan sebagai berikut:

1. Tight

artinya ketat. Yaitu, bayi dapat merasa nyaman serasa selalu dipeluk ayah maupun bunda. Fungsinya adalah supaya bayi merasa nyaman dan aman seperti masih dalam rahim ibu.

2. In view at all times

artinya bayi selalu terlihat bukan tenggelam atau terlalu mendekap dalam gendongan. Fungsinya adalah agar sirkulasi pernafasan bayi tetap lancar.

3. Close enough to kiss

artinya bayi mudah dicium saat digendong. Jelas ini sangat penting salah satunya menguatkan bonding bayi dengan si penggendong.

4. Keep chin off the chest

artinya mencegah dagu bayi menempel ke dadanya. Hal ini dapat mencegah cedera dan sakit pada leher bayi.

5. Supported back

artinya gendongan harus dapat menopang dan menyangga punggung bayi secara optimal. Hal ini tentu saja harus sesuai dengan tahap perkembangan si kecil sesuai usianya. Hal ini sangat penting guna menjaga bayi agar mendapatkan posisi alamisecara optimal sehingga mencegah bayi mengalami cidera yang dapat mengganggu pertumbuhannya di masa mendatang.

Guna lebih mengenalkan sosialisasi dan edukasi mengenai gendongan, maka Indonesian Babywearers akan mengadakan dialog nasional dan festival gendongan dengan tema "How Babywearing Helps Parenting and Help" yang akan diadakan pada hari Sabtu tanggal 24 Pebruari 2018 Pukul 09.00-12.00 dan bertempat di Hotel Sahid Surabaya.

Semoga dengan adanya dialog nasional dan festival gendongan ini dapat makin menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai metode menggendong serta gendongan yang memenuhi standar yang baik, aman, dan nyaman.

Happy Babywearing, Moms... :) 




Komentar Artikel "Seputar Menggendong: M-Shape dan Indonesian Babywearers"